Dulu Aku Merasa Ia Penyebab Keluargaku Hancur, Tapi Yang Mama Tiriku Tinggalkan Setelah Ia Pergi Membuatku Menangis - Misteri Kisah
loading...

Dulu Aku Merasa Ia Penyebab Keluargaku Hancur, Tapi Yang Mama Tiriku Tinggalkan Setelah Ia Pergi Membuatku Menangis

Misterikisah.com ~ Ini kisah keluargaku. Papa dan mama telah bercerai ketika aku masih sangat kecil. Beberapa saat kemudian, aku sudah mengerti banyak hal. Tak lama kemudian, papa menikah lagi dengan mama tiriku 6 bulan setelah papa dan mama bercerai. Aku merasa kecewa dan marah dengan keputusan Papa. Aku merasa bahwa mama tiriku lah yang menyebabkan keluargaku hancur.

Ketika itu, aku masih belum memahami banyak tentang keluarga. Aku merasa bahwa mama tiriku sudah merusak segalanya dan aku membencinya tanpa memikirkan bagaimana perasaan dia. Bahkan aku pernah membuang kucing peliharaannya ke sebuah sungai. Dia menangis seharian karena tidak juga ketemu.

Tapi kalau dipikir, hari-hari mama tiriku juga tidak terlalu bahagia. Tidak ada satu orang pun yang peduli pada dia bahkan saudara-saudara kami. Dia tidak memiliki teman ngobrol yang bisa diajak berbagi. Papa dan mama tiriku juga tak memiliki anak. Ini membuat keadaan menjadi lebih buruk. Dia dan papa dicela oleh saudara-saudara kami.

Setelah papa dan mama tiriku menikah, aku masih sering menghubungi mama kandungku. Dia sudah menikah juga namun mama tak pernah datang melihatku. Itu karena dia sibuk dan memiliki keluarga sendiri.

Waktu pun berlalu, aku akhirnya menjadi dewasa, menikah dan memiliki anak. Aku sibuk dan kurang memahami mengurus anak sehingga aku meminta tolong kepada mama kandungku supaya datang membantuku tapi dia menolak. Dia bilang bahwa dia ingin menjaga cucu dari anaknya dengan suami baru.

Aku merasa sangat sedih. Aku tidak dipedulikan. Aku menelpon mama tiriku dan meminta dia untuk menemani aku. Dia langsung datang tanpa basa-basi.

Mama tiriku tak pernah lahirkan anak sehingga aku berpikir bahwa dia tidak memiliki pengetahuan tentang hal ini. Di rumahku, dia sering menggunakan komputer untuk menuliskan sesuatu namun aku tidak tahu apa yang dia tuliskan. Meskipun mama tiriku tidak memahami soal melahirkan mengurus anak setelah kelahiran, tapi terus terang kehadirannya sangat membantuku menyelesaikan semuanya.

Setelah dia menjaga kami 2 bulan lamanya, mama tiriku pamit pulang. Aku ingin memberinya hadiah sebagai tanda terima kasih tapi dia menolaknya. Dia bahkan menolak saat aku mengantarkan ke stasiun kereta. Dia hanya berpesan agar aku menjaga diri dengan baik. Tiba-tiba, aku merasa sangat terharu. Aku menyesal dengan apa yang telah aku perbuat kepadanya selama ini.

Suatu saat, ketika aku sedang santai, aku membuka komputer dan membuka data yang ada di sana. Isinya adalah hal-hal yang harus aku perhatikan pada bulan-bulan pertama mengurus anak, makanan apa saja yang harus aku jaga supaya aku sehat, dan kebiasaan apa saja yang harus aku lakukan supaya kehidupanku tambah baik. Buatku, tulisan-tulisan itu bukanlah tulisan yang biasa namun tulisan cinta kasih yang tulus dari mama tiri.

Setelah itu, aku mengobrol dengan papa. Dari papa, barulah aku tahu mama tidak melahirkan anak karena dia tidak ingin membuat aku kecewa dan merasa sakit. Dia memutuskan tidak punya anak supaya bisa fokus pada pertumbuhanku. Ketika itu, aku langsung menangis. Aku tidak menyangka ia lebih peduli dengan diriku ketimbang kebahagiaan dirinya sendiri.
Aku meminta papa supaya mengantar aku ke rumahnya. Tanpa berpikir panjang, aku langsung memeluk dia dan mengeluarkan kata-kata yang selama ini tidak pernah terucap. “Mama..!”

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...
loading...