Aku Datang Pada Pernikahan Sahabatku Walau Tak Diundang, Namun Hatiku Hancur Begitu Melihat.... - Misteri Kisah
loading...

Aku Datang Pada Pernikahan Sahabatku Walau Tak Diundang, Namun Hatiku Hancur Begitu Melihat....

Misterikisah.com ~ Persahabatan didasari dengan pertalian teman yang begitu erat. Kami menjadi layaknya saudara. Tetapi siapa sangka persahabatan juga bisa hancur karena kisah cinta.

Kisah tragis ini berawal saat sahabatku Fery menikah, 2 bulan lalu. Sejak SMA hingga kuliah aku dan Fery satu sekolah dan bersahabat baik. Anehnya sebagai sahabat, ia malah tidak mengundangku di hari pernikahannya.

Aku bahkan mengetahui hal ini dari kakak kelas yang ingin datang ke pernikahan Fery. Saat itu kakak kelasku menelepon serta katakan bila telah lama tak bertemu denganku, mumpung Fery ingin menikah, kita bisa berjumpa di pernikahannya.

Saat itulah aku baru tahu bila Fery akan menikah. Tapi aku bingung, mengapa Fery tidak mengundangku? Ia lun tak pernah cerita punya pacar. Namun aku beranggapan karena Fery hanha tahu aku berada di luar negeri

Aku berpikir untuk memberinya kejutan! Bahkan aku siapkan angpau dengan uang 5 juta Rupiah. Aku ingin segera bertanya padanya sambil bercanda, mengapa hal sebesar ini malah disembunyikan. Akhirnya aku dan kakak kelasku pergi bersama ke pernikahan Fery. Ya, aku melihat tamu undangan sudah berdatangan mengucapkan selamat. Tapi aku kaget bukan main setelah melihat mempelai wanitanya, tapi.aku hanya diam.

” Eh itu pengantin ceweknya kok seperti Winny yah?" tanya kakak kelasku.

Dia sekalipun tidak salah, begitu melihatku ia langsung ingat jika Winny adalah kekasihku yang sudah kupacari selama bertahun-tahun.

Aku mengenal Fery selama 12 tahun sejak SMA. Kami betul-betul teman dekat, kita bolos sekolah bersama, berantem bersama, bahkan dihukum guru juga bersama. Bahkan kita sering keluar serta beli barang bersama, jika aku beli pakaian, aku juga akan membelikan satu untuk Fery, karena aku tahu keluarga Fery kurang berada.

Saat SMA kelas 2, ibu Fery sakit keras serta perlu dioperasi, aku tahu keluarganya terhimpit ekonomi namun Fery tak pernah bercerita padaku. Hingga suatu hari ada tetangganya yang menceritakan hal ini. Aku langsung pinjam uang kepada ayah ibu juga uang jajanku berbulan-bulan untuk Fery. Kurang lebih semuanya sekitar 10 juta Rupiah.

Aku memang tidak langsung memberikan uang tersebut khawatir Ferry menolak. Jadi aku berikan melalui perantara tetangganya. Namun ia pun akhirnya tahu juga. Saat itu kantongku sudah kempes, tapi aku senang membantu Fery. Apalagi saat ia tahu dan berterima kasih padaku dan sudah menganggapku sebagai saudaranya.

Setelah lulus SMA, aku dan Fery masuk kampus dan jurusan yang sama. Di sana kami kenal dengan Winny. Aku menyukai Winny dan mendapatkan hatinya dibantu Fery. Akhirnya aku sukses memacari Winny dari banyaknya cowok yang bersaing mengejarnya.

Setelah lulus kuliah, ayah ibu telah merencanakan S2-ku ke luar negeri. Walau aku sebenarnya tak ingin pergi, tapi orang tuaku telah begitu berjuang agar aku bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Terpaksa aku memang harus pergi.

Sebelum pergi aku sempat berkata pada Fery bahwa aku titipkan Winny padanya. Aku katakan jika Fery tahu ada orang yang mencoba mendekati Winny, ia harus bilang padaku. Hal ini kulakukan karena aku tak mau kehilangan Winny

Awal-awal aku berada di negeri orang, hubunganku dengan Winny baik-baik saja. Tapi setelah lama-kelamaan kami sering ribut karena perbedaan jam serta tak pernah bertemu, akhirnya kami putus.

Tahun terakhir aku pulang, Fery menjemputku di bandara. Ia mengatakan Winny telah tak mau bertemu denganku lagi karena sudah punya pacar baru. Walaupun sedih karena memendam rindu, aku tidak banyak bertanya.

Namun hari ini aku melihat dengan mata kepala sendiri Fery menikah dengan Winny. Aku tidak dapat menggambarkan perasaanku saat itu. Dengan besar hati kulangkahkan kaki menuju pelaminan, aku bersalaman dengan mereka, aku berikan angpauku segera ke Fery sambil berkata ” Selamat, ya… !”.

Winny tampak terkejut melihatku, Fery pun terlihat salah tingkah ketika bertemu denganku di pernikahannya.

Aku langsung pulang dari pesta perkawinan itu. Aku memendam tangis di dalam dada. Esoknya, Fery meneleponku dan dia menjelaskan jika Winny putus dengan pacarnya baru mereka jadian, dia tak mau memberi tahuku lantaran aku takut salah paham.

Baca Juga:

Aku tak habis pikir mengapa mereka merahasiakan ini kepadaku. Kemudian berkata bahwa sudah memaafkan keduanya. Hanya mungkin hubunganku, Fery serta Winny, tak dapat seperti dulu lagi. [Misterikisah/Crp]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...
loading...