Wanita Ini diperlakukan Bak Pembantu, Ia Bagai Disambar petir di siang Bolong Saat Tahu isi Surat Wasiat Sang Mertua - Misteri Kisah
loading...

Wanita Ini diperlakukan Bak Pembantu, Ia Bagai Disambar petir di siang Bolong Saat Tahu isi Surat Wasiat Sang Mertua

Diperlakukan bak pembantu, tapi isi surat wasiat mertua malah begini, Misterikisah.com ~ Saat seseorang memutuskan untuk menikah maka keluarga pasangan juga menjadi bagian dalam hidupnya. Termasuk orangtua dan saudara pasangn akan menjadi bagian dari keluarga pula. Untuk itulah sudah sepatutnya Anda menghormati mereka seperti keluarga sendiri.

Namun apa jadinya jika seorang keluarga pasangan justru tidak menghargai Anda sebagai bagian dari mereka? Seperti yang dialami oleh wanita ini, alih-alih mendapat perhatian, wanita ini malah mendapat perlakuan tidak mengenakan dari kakak iparnya ketika tinggal bersama di rumah sang mertua.

Dikutip Misterikisah.com dari Sriwijaya Post, wanita ini menikah dan ikut bersama suaminya tinggal bersama dengan ayah mertua dan kakak ipar. Diketahui wanita ini hanya seorang gadis desa, sedangkan suaminya berasal dari keluarga berada.

"Walaupun sudah lebih dulu tinggal disana, namun kakak ipar tak pernah menyentuh pekerjaan rumah sedikitpun. Aku merasa diperlakukan seperti seorang pembantu, namun aku tetap bersabar dan menahan diri demi menjaga keharmonisan keluarga," katanya.

Bahkan saat ibunya datang dari desa untuk mengunjungiku. Baru saja ibu menginjakkan kaki ke rumah, kakak iparnya tak segan-segan menutup hidung dan berkata tak pantas

"Aduh! Bau banget sih!! Dia gak nginep disini kan? Dua hari lagi ibuku mau dateng juga, aku gak mau kamar tamu kotor dan bau! Begitu katanya. Aku marah besar mendengar dia menghina ibu.nKetika aku hendak mendekat dan menamparnya, ibu langsung mencegah dan mencengkram tanganku erat. Akhirnya aku membawa ibu untuk tinggal di hotel terdekat. Sesampainya di hotel ibu berkata,"Anak bodoh, tak perlu marah seperti itu," jelasnya.

Malah ibu wanita ini menyalahkan diri sendiri mengapa tidak membersihkan diri dengan baik. Sang ibu malah menasihati tak baik jika hubungan dan kakak ipar retak hanya karena masalah sepele seperti ini.

"Aku merasa sangat tak berdaya, yang bisa kulakukan hanya memeluk ibu erat-erat sambil menangis," ucapnya 

Beberapa tahun kemudian ayah mertuanya terserang struk yang membuatnya lumpuh total. Setiap hari wanita ini merawat, memberinya makan, membersihkan dan memijat badannya serta menemaninya ngobrol. 

" Suatu ketika aku pulang ke desa mengunjungi ibu selama dua hari. Ketika aku kembali, kamar ayah mertua sudah bau busuk, ranjangnya penuh dengan kotoran.;Setelah selesai membersihkan ayah mertua, aku segera menghampiri kakak ipar. Dengan suara tinggi aku berkata, Kakak sungguh keterlaluan!," paparnya.

"Kakak sampai hati membiarkan ayah seperti itu?! Tak kusangka kakak iparku malah balik teriak, "Heh cewek rendahan! Aku bukan kamu! Aku gak bakal nyentuh hal menjijikkan kaya gitu!" Aku tak habis pikir, segitu teganya kakak ipar, ia sampai hati membiarkan ayah mertua seperti itu!," lanjut dia 

Setelah 10 tahun berlalu, ayah mertua akhirnya meninggal dengan tenang. Pada hari pemakaman, seorang pengacara datang untuk mengumumkan surat wasiat dari ayah.

"Aku seakan disambar petir ketika mendengar isi surat wasiat tersebut! Bagaimana tidak, ayah mertua mewariskan rumah dan seluruh harta miliknya untuk kakak ipar dan istrinya!
Ia bahkan tak menyebut namaku dan suamiku sama sekali di dalam surat wasiatnya!," ungkapnya.

Aku menjaga ayah mertua dengan tulus, tapi jujur saja, sulit baginya untuk menerima kenyataan bahwa ayah mertua mewariskan seluruh hartanya kepada kakak ipar dan istri yang tak pernah peduli terhadapnya.

"Sempat terbersit dalam benakku, mungkin saja kakak ipar mengubah isi surat wasiat itu diam-diam. Namun suamiku melarang untuk melakukan penyelidikan," katanya.

"Suamiku berkata sudah jangan diperpanjang, kita tidak kekurangan uang juga. Jika memang kita ditakdirkan memiliki harta itu, kita pasti akan tetap mendapatkannya suatu hari. Tuhan punya cara yang ajaib untuk memberikan rejeki itu pada kita. Jika benar kakak berbuat curang, aku yakin, cepat atau lambat, ia akan menanggung akibatnya sendiri," ujarnya.

Menurutnya, jika dipikir-pikir, perkataan suami memang ada benarnya. Meskipun berat, akhirnya ia memutuskan untuk mengikhlaskan saja. 

"Kebahagiaan tidak ditentukan oleh seberapa banyak harta yang kita punya," pungkasnya.

Bagaimana menurut Anda dengam kisah ini? [Misterikisah/ Sp]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...
loading...