Biadab! Anak Durhaka Ini Tega Beri Makan Ibunya Kotoran Manusia dan Air Kencing - Misteri Kisah
loading...

Biadab! Anak Durhaka Ini Tega Beri Makan Ibunya Kotoran Manusia dan Air Kencing

Anak durhaka beri makan ibu kotoran manusia dan air kencing, Misterikisah.com ~ Sebagai seorang anak patutlah untuk merawat dan menjaga ibunya yang sudah berusia senja. Tapi tidak dengan gadis ini, ia tega memperlakukan ibunya dengan sangat keji.

Bagaimana tidak sang anak tega memberi makan ibunya dengan kotoran manusia dan meminumkan air kencing.

Seperti yang dikutip dari laman Tribunnews.com, gadis bernama Siti Nur Redha Khamis, gadis berusia 25 tahun dikabarkan tega memberi makan kotoran manusia dan air kencing terhadap ibunya,  Kamisah Burel (58).

Fakta ini, diungkapkan Darwinder Singh Sukhdev Singh (39) tetangga korban yang juga pacar Siti. Darwin dihadapkan di persidangan karena didakwa bersekongkol dengan Siti untuk menganiaya sang ibu, Kamisah.

Pada persidangan tersebut, Darwin justru membuat pengakuan mengejutkan bahwa dia ikut menyuapi Kamisah dengan kotoran manusia. Perbuatan kejam itu hanya dilakukan sekali pada tanggal 1 Juli 2014 pukul 10.30. Tetapi, perbuatan itu dilakukan Siti seterusnya.

“Saya hanya merencanakan satu waktu untuk memberikan kotoran ibu, tapi dia (Siti) memberi setiap hari,” kata pria tersebut.

Menurutnya Siti telah keluar dari pekerjaan selama delapan bulan, dan bahwa ia telah mencoba untuk mendukungnya.

“Saya menggadaikan perhiasan saya. Saya menjual handphone dan laptop saya untuknya. Dia telah menuduh saya banyak hal," katanya.

Usai persidangan, Darwinder dibawa ke Divisi Kepolisian Tanglin, dimana ia bakal dijebloskan selama seminggu untuk membantu polisi menyelidiki pelanggaran lain yang mungkin dilakukan.

Kasus ini mendapat sorotan ketika tetangga korban lainnya, Mohammad Juani (25), memasang video di Facebook yang menunjukkan Kamisah ditampar oleh Siti di apartemennya.

“Aku tidak tahan melihat rasa sakit bahwa bibi tua menderita. Dia juga harus diperlakukan seperti manusia," kata Juani kepada The Straits Times

Baca Juga:

Bagaimana menurut Anda? [Misterikisah/ Ts]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...
loading...