Kisah Pria Tanpa Sepasang Kaki Ini bikin Terenyuh, Apakah Ada yang Masih Berkeluh Kesah Lagi? - Misteri Kisah
loading...

Kisah Pria Tanpa Sepasang Kaki Ini bikin Terenyuh, Apakah Ada yang Masih Berkeluh Kesah Lagi?

Kisah pria tanpa sepasang kaki, Misterikisah.com ~ Pekerjaan membajak sawah, menimba air, memberi pupuk di ladang dan sebagainya, semua ini sudah lumrah bagi seorang petani. Namun, hal yang tak biasa dan mudah jika beberapa pekerjaan berat tersebut dikerjakan oleh seorang pria cacat yang tidak memiliki sepasang kaki ini.



Mungkin bagi orang awam seperti kita tidak akan sanggup melakukannya dengan tegar dan tabah seperti sosok pria cacat bernama Li Jiewen dari Peng’an County, Tiongkok ini,walau pun sepasang kakinya diamputasi, tapi dia tetap tegar dan pantang menyerah.
Dia tetap menjalani kerasnya kehidupan yang tidak biasa dengan setengah anggota badannya hanya dengan sebuah kruk besi.Jiewen diilahirkan 46 tahun yang lalu. Namun, putra sulung yang jafi harapan keluarga ini membuat orang tuanya tidak bisa merasakan kebahagiaan sedikit pun, karena sepasang kaki Jiewen yang baru lahir tidak bisa meregang seperti anak-anak normal lainnya.
Hasil diagnosis dokter mengatakan, Jiewen menderita poliomielitis atau polio bawaan, yakni penyakit paralisis atau kelumpuhan yang disebabkan oleh virus, dan seumur hidup tidak akan bisa berjalan secara normal.

“Walau kaki saya cacat, tapi saya tidak pernah putus asa,” kata Jie wen tabah.

Dengan bantuan sebuah bangku kecil, secara perlahan-lahan ia belajar “berjalan”, belajar mencuci pakaian, memasak dan sekolah.

“Saya orang cacat, tidak bisa dibandingkan dengan orang lain saat berjalan, tapi saya tidak ketinggalan dalam pelajaran saya," lanjutnya.

Setelah menyelesaikan sekolah dasar, ia tidak bisa melanjutkan ke SMP karena desa tempat tinggalnya terlalu kecil jadi tidak ada sekolah tinggat SMP, akhirnya mau tidak mau Jiewen akhirnya terpaksa hanya sampai sekolah dasar.
Pada tahun 1991, Jiewen menjalani operasi amputasi pada kedua kakinya, sebagian lutut bagian bawahnya diamputasi. Saat berusia 26 tahun, Jiewen menikah. Demi menafkahi keluarganya, Jiewen mencari beberapa kerangka besi bekas dan merombak kruk kayu yang dipakai sebelumnya menjadi kruk “besi”.

“Kruk ini sangat awet, sudah lebih dari 10 tahun menemani saya dan tak pernah diganti.“Semua pekerjaan yang bisa dikerjakan orang-orang normal juga bisa saya kerjakan, hanya sedikit lebih lamban," ujarnya.

 Ketika menanam padi, Jiewen menaburkan dulu benihnya, kemudian mengapungkan ban dalam mobil di atas air, lalu meletakkan sebilah papan di atasnya, setelah itu, ia pun mulai menancapkan tanamannya, sementara sebelah kakinya yang patah digunakan untuk mengayuh/menggerakkan “perahu mungilnya” bergerak maju, dan terus bergerak seperti itu dengan bantuan ban dalam bekasnya.

”Meski telah banyak merasakan derita hidup yang tidak bisa dirasakan banyak orang, tapi banyak juga mengerjakan sesuatu yang tak bisa dikerjakan orang-orang pada umumnya," paparnya.
Selain pekerjaan umum, ia juga belajar las, memperbaiki barang-barang yang rusak dan sebagainya. Untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga, Jiewen beternak ayam dan bebek, menyewa kolam ikan untuk budidaya dan usaha apa saja yang bisa dikerjakannya untuk meningkatkan kondisi hidup keluarga.
Berkat bantuan Aliansi Penyandang Cacat daerah setempat dan komite desa, Jiewen membangun sebuah rumah baru dan membuka sebuah toko kecil. Kini hari-hari yang dilaluinya juga lumayan bahagia bersama keluarga.

Kisah Jiewen memberikan pelajaran bahwapentingnya rasa syukur dan jauhkan sifat suke berkeluh kesah sebab Tuhan selalu memberikan kekuatan bagi hamba-Nya yang pantang menyerah oleh nasib. [Misterikisah/ Eb]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...
loading...