Selalu Bukakan Pintu Mobil, Tapi si Bos Cuek Saja Namun Saat Meninggal Dunia, Supir Ini Syok Setelah Tahu Bosnya Melakukan Ini Secara Diam-diam Untuknya! - Misteri Kisah
loading...

Selalu Bukakan Pintu Mobil, Tapi si Bos Cuek Saja Namun Saat Meninggal Dunia, Supir Ini Syok Setelah Tahu Bosnya Melakukan Ini Secara Diam-diam Untuknya!

Selalu bukakan pintu, si bos cuek saja, tapi setelah meninggal, supir syok, Misterikisah.com ~ Umumnya kita sering menilai baik buruk seseorang berdasarkan apa yang kita lihat, dengar dan rasakan, namun, apa benar semua yang  kita saksikan dan dengar itu memang seperti itu kenyataannya ? Terkadang anggapan itu justru akan membuat kita tidak bisa melihat kenyataan yang sebenarnya, sehingga mengabaikan berbagai keindahan dunia.



Kisah ini mengajarkan bagaimana menilai seseorang, dan Anda akan temukan bahwa ternyata kenyataannya sama sekali tidak seperti yang Anda bayangkan.

"Bos saya selalu bepergian dengan mobil mewahnya setiap hari, dan tugas saya adalah membuka pintu untuknya saat dia keluar dan pulang ke rumah. Saya selalu menyapanya setiap kali bertemu dengannya, tapi dia tidak pernah menanggapinya,"kata sang supir,

Supir ini merasa sangat memalukan, apakah karena derajatnya terlalu rendah, jadi sang bos tidak mau berbicara dan merendahkannya? Meski bos memberi gaji yang lumayan tinggi, tapi karena banyak utang, sehingga gaji bulanan supir ini hampir selalu digunakan untuk membayar utang.

Namun, masalah yang paling memusingkan sekarang adalah makanan.Di rumah anak-anaknya sedang dalam masa pertumbuhan, tidak mungkin bukan setiap hari makan roti campur air putih seperti dirinya yang hanya sebagai supir.

Untung saja koki yang satu majikan dengan supir ini setiap hari memberikannya beberapa sisa makanan dari bos, meski tidak setiap hari. Tapi cukup buat mengisi perutnya dan tiga orang anggota keluarganya.

"Suatu hari, ketika saya mengambil sisa makanan yang diberikan koki kebetulan terlihat oleh bos. Namun, dia sekilas tidak menatapku, seolah-olah tidak melihat apa-apa. Reaksi ini justru membuatku lebih sedih, tapi demi istri dan anakku, aku juga tidak peduli lagi, dan pura-pura tidak tahu," katanya.

Tapi yang mengejutkan, sejak itu, setiap hari setelah pulang kerja, ia selalu bisa menemukan sebuah bungkusan di depan meja kerjanya, di dalamnya berisi makanan yang terbungkus rapi, seperti baru dibeli seseorang dari supermarket. Sang supir pun tidak peduli siapa yang meletakkannya di sini, langsung kuambil saja dan membawanya pulang dengan senyum gembira.

"Keesokan harinya, lagi-lagi saya melihat kantong yang sama di meja kerjaku, di dalamnya berisi sayuran segar dan makanan lainnya. Belakangan, setiap hari ke tempat itu mengambil kantong makanan telah menjadi sebagian dari rutinitasku dan menopang hidup keluarga saya," paparnya.

Ia merasa aneh juga, orang bodoh mana yang melakukan hal ini, setiap hari meletakkan kantong berisi makanan segar dan lupa dibawa. Sampai suatu hari, terjadi satu peristiwa besar di vila, seseorang mengatakan kepada sang supir bahwa bos meninggal dunia.

"Hari itu, tampak banyak VIP keluar masuk dari vila. Anehnya, hari itu, saya tidak menemukan kantong kertas berisi makanan. Saya pikir itu pasti telah diambil seseorang. Tapi keesokan harinya, dan hari ketiga, saya tidak melihat kantong kertas itu lagi," ujarnya.

Dan karena bos meninggal, sehingga tamu-tamu yang datang pun berkurang, jadi, tidak ada sisa makanan lagi yang bisa dibawanya pulang. Beberapa minggu kemudian, menu tiga kali makan sehari keluarga supir ini pun tidak terjamin lagi.

"Saya memutuskan untuk meminta istri bos saya untuk memberi saya kenaikan gaji, atau saya harus berhenti dari pekerjaan saya dan mencari pekerjaan lain. Setelah saya mengatakan kepadanya, istri mendiang bos tampak terkejut dan bertanya, mengapa dalam dua tahun terakhir di sini tidak pernah mendengar saya mengeluhkan soal gaji rendah?," ungkapnya.

"Mengapa tiba-tiba gaji yang diterima tidak bisa memenuhi kehidupan keluarga sekarang? Saya membuat banyak alasan, tapi tidak bisa meyakinkannya. Akhirnya, saya pun mengatakan yang sebenarnya tentang kantong makanan yang saya ambil setiap hari semasa hidup bos," sambungnya.

Istri bos bertanya sejak kapan kantong makanan itu tidak ada lagi di sana, dan sang supir mengatakan kepadanya bahwa itu terjadi setelah kematian suaminya. Saat berbicara tentang hal itu, tiba-tiba ia menyadari kantong makanan itu lenyap setelah sang bos meninggal.

"Mengapa sebelumnya saya tidak berpikir ke sana, itu adalah makanan dari bos yang untuk saya. Mengapa bisa begini ya? Karena saya tidak pernah menyangka orang yang tidak peduli dengan saya akan sangat murah hati!," kata sang supir.

Istri bos itu tiba-tiba menangis. Sang supir menghiburnya dan meminta maaf karena meminta kenaikan gaji. Ia benar-benar tidak tahu sang bosnya lah yang memberinyaa makanan. Sang supir lalu berucap akan setia bekerja pada keluarga si bos yang telah berjasa untuk hidupnya.

Istrinya mendiang bos tiba-tiba menangis, dan sambil berlinang air mata.

“Aku menangis karena akhirnya orang yang aku cari sudah ketemu. Saya tahu suami saya membeli makanan untuk tujuh orang sehari, saya telah menemukan enam orang lainnya, selama beberapa hari ini saya sedang mencari orang ketujuh dan hari ini akhirnya saya menemukannya,: kata istri mendiang bos.

Sejak saat itu, sang supir kembali mendapatkan kantong kertas berisi penuh makanan. Tapi kali ini anak sang bos yang mengantarnya ke rumah. Tapi setiap kali sia berterima kasih kepadanya, selalu tidak diresponnya, persis seperti ayahnya.

"Sampai suatu hari, saya mengucapkan “terima kasih” dengan suara keras! Dia berbalik dan tampak sedikit terkejut dan terlihat agak malu," ceritanya.

“Ketika saya tidak merespon, harap jangan merasa tersinggung karena pendengaran saya agak terganggu sama seperti ayah saya, jadi tidak bisa langsung mendengar suara Anda," kata sang anak bos sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Supir ini langsung menyadari saat kita berkomentar tentang seseorang atau sebuah peristiwa, jangan sekali-kali langsung menarik kesimpulan tanpa dipahami dulu hal yang sebenarnya. jika tidak Anda mungkin akan kehilangan banyak hal yang membuat Anda bertemu dengan teman yang lebih baik atau menemukan hal-hal yang indah!

Sumber: ptt01.cc/Jhn

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...
loading...