Kocak! Anak Ini Di Banned Permanen Masuk Warnet Karena Hal ini - Misteri Kisah
loading...

Kocak! Anak Ini Di Banned Permanen Masuk Warnet Karena Hal ini

Misterkisah.com ~ Permainan online tampaknya menjadi permainan yang menyenangkan bagi anak-anak zaman sekarang daripada permainan tradisional. Mereka lebih suka menghabiskan banyak waktu bermain di depan monitor. Orang tua harus waspada karena anak-anak jadi lupa waktu karena game.

Kisah yang sama pun dialami oleh bocah yang namanya Davi Arlan. Kisah ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi anak-anak yang sering lupa waktu.

“Maaf ya teman-teman. Gara-gara gw ngaku kalau gamers, gw kena marah sama emak dan dibanned permanen dari warnet,” tulis Davi di akun sosmednya.

Tidak hanya menulis, Davi juga mengunggahkan foto selebaran yang menyatakan bocah tersebut dibanned masuk warnet seumur hidup.

Banned permanen berarti menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak boleh lagi terlibat dalam komunitas setempat selamanya. Kasus bocah ini berarti bahwa si bocah tidak boleh masuk warnet sampai kapanpun.

Usut punya usut, ternyata banned dari warnet tersebut atas permintaan orang tuanya yang kesal karena Davi sering lupa waktu saat main di Warnet.

Dalam selebaran yang ditempel di Warnet tersebut, diatas Foto Davi Arlan tertulis:

BANNED PERMANENT!! Atas Persetujuan Orang Tua, Bocil Bernama Arlan Dilarang Masuk!!

Meskipun ditentang oleh kedua orangtuanya. Bocah itu kelihatannya tidak kapok.

“Saatnya ganti warnet,” ujarnya dengan tanda pagar #GamesNeverDie.

Netizen menanggapi postingan tersebut dan melontarkan berbagai komentar.

“Ini baru lelaki. Jujur sama emak. Nggak apa-apa. Game tidak berarti dibandingkan sama kejujuran pada ortu loe,” tulis Pri Yono. 

“Tenang dik warnet ga disana doang, masih banyak warnet yg siap menampung talenta muda berbakat seperti kamu,” timpal Weda Oxy..

Ada juga yang melontarkan komentar negatif.

“Main PB aja ngaku gamer. Situ waras? Emaknya ngebanned karena lu ngaku-ngaku gamers padahal Cuma maen pb doank,” tulis Romi Setiabudi. [Misterikisah/ Brilio.net]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...