Ingat Dengan Dona, Gadis Pengendara Motor Tanpa Busana? Begini Nasibnya Sekarang - Misteri Kisah
loading...

Ingat Dengan Dona, Gadis Pengendara Motor Tanpa Busana? Begini Nasibnya Sekarang

Misterikisah.com ~ Ingat dengan kejadian Rusmiati alias Dona? Gadis yang menggegerkan Pontianak karena mengendarai motor melintasi kawasan bandara Supadio dalam kondisi tak berbusana


Bagaimanakah kini nasibnya setelah diamankan pihak keamanan?

Sekarang, Dona sudah pulang ke kampung halamannya Sukabumi, Jawa Barat. Dia dibebaskan dari jeratan hukum karena dinyatakan mengalami gangguan mental dan kejiwaan.

“Penyidikan terhadap Dona sudah kita hentikan atau SP3 (Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan),” terang Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean di Mapolresta seperti dikutip Misterikisah.com dari laman Suratkabar.id (03/02/2017).

Lanjut Andi, SP3 tersebut dikeluarkan menyusul adanya surat pemberitahuan dari tim medis Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong.

Menurut hasil observasi pemeriksaan psikologinya dalam surat tersebut Dona memiliki kemampuan umum yang berada pada taraf dibawah rata-rata dari kelompok umurnya. Selain itu, ditemukan indikasi trauma kekerasan fisik dan mental yang dialami Dona sehingga ia melakukan kesalahan penempatan identitas diri yang dapat mengarah kepada perilaku seksual.

Ditemukan juga penurunan kemampuan mental yang menjadikan arus pikiran Dona terputus atau mengalami sisipan yang mengakibatkan inkohernsi atau pembicaraan yang tidak relevan.

"Seperti pada saat menjawab pertanyaan dengan baik-baik dan lancar walaupun isi pembicaraan terkadang menyimpang dari topik pembicaraan atau inkoheren," sambungnya.

Dona menderita trauma kekerasan fisik dan mental yang lebih dari enam bulan lamanya sehingga Dona  memiliki kecemasan yang tinggi. Dona yang merasa penuh dengan tantangan dalam kehidupannya mengakibatkan ia mudah terpengaruh oleh situasi sesaat dan bertindak tanpa memperhitungkan akibat dari perbuatannya.

Setelah itu, Dona merasa bersalah yang mendalam sehingga membuatnya merasa kotor dan tak berguna. Indikasi ini membuatnya ingin mengakhiri hidupnya.

“Kesimpulan akhir berdasarkan hasil observasi dan psikotes proyeksi uji mentalis itu, Dona terindikasi mengalami gangguan jiwa skizoafektif tipe depresif,” jelasnya.

Skizoafektif tipe depresif merupakan suatu diagnosa gangguan kejiwaan yang termasuk diagnosa sakit jiwa (gila). Jika Dona tidak dinyatakan mengalami skizoafektif tipe depresif, kepolisian sudah menyiapkan pasal 281 tentang Kejahatan Kesusilaaan untuk menjeratnya.

Berita Terkait:


“Dari awal, kita sudah buatkan laporan polisi, melengkapi bukti-bukti dan menindaklanjuti dengan proses penyidikan. Namun, dengan adanya surat keterangan gangguan jiwa ini, maka proses penyidikan yang kami lakukan akan dihentikan atau SP3,” tandasnya. [Misterikisah.com/Sk]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...