Melahirkan Di Kamar Mandi, Siswi SMK Ini Tega Masukkan Bayinya Kedalam Kaleng Cat Karena Malu - Misteri Kisah
loading...

Melahirkan Di Kamar Mandi, Siswi SMK Ini Tega Masukkan Bayinya Kedalam Kaleng Cat Karena Malu

Misterikisah.com ~ Pelajar memang tugasnya adalah belajar. Namun kisah memilukan terjadi pada siswi salah satu SMK di Bogor benisial DN (18) ini.


Saat itu (3/1/2017) dalam kamar mandi rumahnya yang sepi di Kelurahan Mekar Wangi, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor. DN tengah mengerang kesakitan. Karena rumah DN berhimpitan dengan rumah lainnya, suara erangannya sampai ke telinga tetangga.

Para tetangga pun khawatir dan penasaran dan menuju sumber suara kesakitan tersebut. Mereka begitu terkejut melihat DN sudah bersimbah darah di kamar mandi. Ternyata DN, terpaksa melahirkan bayinya sendirian karena takut dan malu dengan orangtuanya.
"Dia melahirkan sendirian saat keluarganya tidak ada di tempat. Kejadian tersebut diketahui oleh tetangganya yang berkunjung ke rumah DN," tutur Kapolres Polresta Bogor Kota, Kombes Pol Suyudi Aria Seto seperti dilansir Misterikisah.com dari laman Bangka.tribunnews.com (17/2/2017).

Lanjut dia, di dalam kamar mandirtersebut ia menarik kepala bayinya hingga keluar. Setelah bayi lahir, DN malah memasukkan buah hatinya yang tak berdosa itu ke dalam kaleng cat dan dibekap oleh kaus.

"Sempat di tutup kurang lebih 20 menit," sambungnya.

Saat kejadian tersebut diketahui.para tetangganya. Mereka langsung melarikan DN dan bayinya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.  Tetapi bayi malang DN tak diselamatkan, sementara ibunya langsung diberikan perawatan intensif.

Sebenarnya, kata Suyudi, DN tidak menyadari dirinya tengah berbadan dua.
Ternyata, DN merupakan korban dugaan pencabulan pada tahun 2016 lalu oleh SD (24). Sayangnya, saat kejadian DN tak melaporkan pelecehan yang dialaminya ini ke pihak yang berwajib.

Berdasarkan data yang dihimpun, SD yang berprofesi sebagai penjual ayam potong menjalin kasih dengan DN yang masih duduk di kelas 10 SMK. Suatu hari, DN dibawa ke suatu tempat dan dibekap oleh SD. Saat itulah terjadilah kasus pencabulan antara DN dan SD," jelas Suyudi.

Lalu, DN dan SD tak lagi berhubungan setelah kejadian tersebut. Barulah selang 9 bulan, DN menyadari dirinya hamil dan melahirkan tanpa sepengetahuan orangtuanya di rumah.

Namun DN tetap ditindak karena telah menghilangkan nyawa bayinya sendiri. Atas perbuatannya ini, DN terancam Pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2015 kurungan penjara paling lama 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp 3 Miliar. Pasal 308 KUHP, kurungan penjara paling lama 7 tahun 3 bulan dan pasal 341 KUHP kurungan penjara paling lama 7 tahun.


Tetapi pada akhirnya, penahanan terhadap DN ditangguhkan karena masih berusia di bawah umur.

Baca Juga:


"Pasal itu masih berlaku, tapi karena yang bersangkutan masih di bawah umur jadi tidak dilakukan penahanan. Kita juga masih terus melakukan penyelidikan, untuk SD identitasnya sudah kita ketahui, namun pihak kepolisian masih menunggu laporan dari DN dan keluarganya," pungkasnya. [Misterikisah/Tn].

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...