Ingat Sumanto Pelaku Kanibalisme? Rumahnya Kini Dirobohkan Warga, Alasannya Bikin Sedih - Misteri Kisah
loading...

Ingat Sumanto Pelaku Kanibalisme? Rumahnya Kini Dirobohkan Warga, Alasannya Bikin Sedih

Misterikisah.com ~ Anda pasti pernah mendengar nama Sumanto? Ia pernah membuat heboh publik karena aksi kanibalismenya memakan mayat Mbah Rinah pada 2003 sebagai syarat ilmu dalamnya.

Setelah bebas dari penjara, Sumanto kini tinggal dan bekerja di Wisma Rehabilitasi Mental, Sosial, dan Narkoba yang terletak di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga.

Rumah masa kecil Sumanto hanya seluas 7x7 meter yang terletak di Desa Pelumutan, Rt 01 Rw 01, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, memang tidak layak huni.

Rumah tersebut masih ditinggali kedua orangtua Sumanto, Nuryadikarta (70), Samen (60) juga kakak kandungnya, Karyono serta Mulyati. Rumah Sumanto memang jauh dari kata layak sebab hanya terbuat dari papan kayu dan dinding bambu. Karena bangunan sudah rapuh jadi kerap bocor ketika musim hujan. Kerangka kayu untuk menahan genteng atau usuk juga mulai lapuk dimakan rayap.

Mirisnya, rumah petak tersebut tidak mempunyai kamar mandi. Jika salah satu dari keluarganya hendak buang hajat, mereka pergi ke sungai yang berada di belakang rumah. Memang rumah ini tak pernah tersentuh program sanitasi

Warga yang peduli pun akhirnya membongkar merenovasi total rumah tersebut. Bangunan tersebut terpaksa dirobohkan warga sekitar dan diganti dengan yang lebih layak. Sebenarnya besarnya dana rehabilitasi rumah ini sebesar Rp 30 juta. Warga pun menggalang sumbangan hingga terkumpul uang Rp 10 juta. Sisanya oleh anggota Komisi E DPRD JatengYudi Indras Wiendarto setelah melihat kondisi rumah Sumanto.

Setelah rumahnya dirobohkan, keluarga Sumanto kini tinggal sementara di bekas kandang kambing samping rumahnya. Sebenarnya tempat tersebut biasa digunakan sebagai dapur.
Keluarga Sumanto tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya karena keterbatasan ekonomi. Penghasilan keluarga hanya Rp 30.000 perhari dari kegiatan menjual tempe dan tukang pijat. Ibu Sumanto berprofesi sebagi penjual tempe keliling. Sementara saudaranya, Karyono berprofesi sebagai tukang pijat, dan Mulyati sebagai pembuat rambut palsu.

“Semua habis untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya. Jadi, cukup untuk makan saja,” ujar Karyono seperti dikutip Misterikisah.com dari laman Tribunnews.com (20/2/2017).

Kepala Dusun Pelumutan, Kuswanto, menuturkan, sumbangan yang terkumpul dari sumbangan tersebut seluruhnya digunakan untuk membuat rumah baru yang dilengkapi kamar mandi.

“Uang untuk bikin rumah baru, bukan direhab,” tuturnya.

Sementara itu, Yudi Indras merasa bersimpati dengan kehidupan keluarga Sumanto. Setelah melihat kondisi rumah Sumanto, dia langsung memberi sumbangan untuk menutupi kekurangan biaya pembangunan.

Dia menghimbau agar pengerjaan rumah dilakukan secepat mungkin agar bisa segera ditempati kembali.

Baca Juga:

“Saya minta segera dibangun, kalau bisa dua bulan sudah bisa ditempati,” imbuhnya. [Misterikisah/Tn]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...