Indonesia Akan Dipimpin Sosok Ratu Adil, Ini Pertandanya Menurut Ramalan Jayabaya - Misteri Kisah
loading...

Indonesia Akan Dipimpin Sosok Ratu Adil, Ini Pertandanya Menurut Ramalan Jayabaya

Misterikisah.com ~ Dalam ramalan Jawa akan datang masa dimana Indonesia dipimpin "Ratu Adil" yang bisa membawa kemakmuran. 

Ramalan pemimpin tersebut sudah tertulis dalam Ramalan Jayabaya atau Jangka Jayabaya yang ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kediri.

Dikutip Misterikisah.com dari TribunSolo.com, inilah beberapa tanda pemimpin ‘Ratu Adil’ yang akan segera tiba dari buku berjudul Ramalan Jayabaya, Indonesia Masa Lampau, Masa Kini, dan Masa Depan karangan Suwidi Tono:

1. Kereta berjalan tanpa kuda
Dalam ramalan yang tertera di buku tersebut menuliskan:

Kelak bila ada kereta berjalan tanpa kuda, tanah Jawa berkalung besi. Perahu berjalan di angkasa, sungai besar hilang lubuknya, pasar kehilangan gaungnya. Itulah tanda-tanda akan tibanya zaman.

Kalimat "kereta berjalan tanpa kuda” tersebut artinya kendaraan menggunakan mesin, seperti mobil dan motor. Arti "tanah Jawa berkalung besi" sendiri berarti Pulau Jawa dan pulau lainnya sudah mempunyai akses rel kereta api. "Perahu berjalan di angkasa" diartikan sebagai adalah pesawat terbang.

Sedangkan "sungai kehilangan lubuknya", ini menunjukkan banyak subgai yang musbah untuk pembangunan bendungan.  Arti kalimat “pasar tradisional tersingkir kehilangan gaungnya” yakni pasar yang kini sudah digantikan dengan pusat perbelanjaan modern seperti toserba atau mall.

2. Munculnya bintang pari
"Sebelumnya akan ada pertanda bintang pari, panjang sekali tepat di arah tenggara.
Selama tujuh malam, hilangnya menjelang pagi sekali.
Bersamaan dengan munculnya Batara Surya, bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-larut.
Itulah tanda putra Batara Indra sudah tampak.
Datang ke bumi untuk membantu orang Jawa"

Dari bait di atas, alam pun menjadi petanda munculnya ‘Ratu Adil’ melalui rasi bintang yang disebut bintang  pari (bintang ekor panjang). Bintang tersebut mempunyai ukuran sangat panjang, dan muncul dari arah tenggara selama tujuh malam.
Dipercaya dengan hadirnya bintang tersebut, kesengsaraan rakyat akan segera sirna.

3. Asal muasal sang Ratu Adil
"Beliau berasal dari kaki Gunung Lawu sebelah timur, sebelah timurnya air bengawan. Berumah seperti raden Gatotkaca, berupa rumah merpati susun tiga"

Bait ini menggambarkan tentang penggambaran asal muasal sosok pemimpin yang tengah dinantikan dari gonjang-ganjing saat ini.

4. Watak Ksatria terpilih
"Oleh sebab itu carilah satria itu.
Sudah yatim piatu, tak bersanak saudara. Sudah lulus weda Jawa, hanya berpedoman Trisula.
Ujung trisulanya sangat tajam, membawa maut atau hutang nyawa.
Yang tengah pantang merugikan orang lain.
Yang kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan"

Bait terakhir ini menunjukkan watak sang Ratu Adil. Ia adalah yatim piatu, tetapi memiliki watak dari simbol trisula. Trisula sendiri diartikan sebagai badan eksekutif, legislative, dan yudikatif. Bagian tengahnya menunjukkan pantang merugikan dan membuat susah orang lain. Bagian kiri dan kanan menolak semua bentuk kebatilan.

Itulah beberapa ciri-ciri sosok pemimpin ‘Ratu Adil’ dalam Ramalan Jaya Baya.
Ramalan Jaya Baya sendiri dikenal kalangan masyarakat Jawa kemudian dilestarikan secara turun termurun oleh para pujangga.

Kitab “Jangka Jayabaya” pertama dan dipandang asli, adalah dari hasil karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu yang dikarangnya pada tahun 1741-1743.


Baca Juga:

Semoga saja dengan datangnya ‘Ratu Adil’, masyarakat Indonesia akan menjalani hidup jauh lebih baik dan meraih kemakmuran secara merata. [Misterikisah/Tn]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...