Siang Jadi Mesin Pembunuh, Malam Harus Jadi Pel4cur, Inilah Nasib Malang Bocah-Bocah "Boneka Tentara" - Misteri Kisah
loading...

Siang Jadi Mesin Pembunuh, Malam Harus Jadi Pel4cur, Inilah Nasib Malang Bocah-Bocah "Boneka Tentara"

Misterikisah.com ~ Apa Anda sudah pernah menonton film “Operation Mekong”? Bagi yang sudah pernah menontonnya, pasti ingat dengan jelas dengan tokoh sepasang anak kembar bernama Johny dan Louise ini disebut sebagai “boneka tentara” di Myanmar sekitar sepuluh tahun yang lalu.

Mengapa bisa terjadi? Suku Karen di Myanmar ini menjunjung tinggi banget yang namanya keturunan, oleh karena itu, tak jarang mereka menjaga ibu yang tengah hamil dengan sangat baik. Namun pada tahun 1997, Johny dan Louise menyaksikan sebuah kejadian tragis dimana ada petugas pemerintahan yang masuk ke dalam desa mereka dan membunuh para ibu hamil. Hal inilah yang akhirnya membuat Johny dan Louise melawan pemerintahan Myanmar.
Anak kembar ini pun akhirnya membentuk sebuah kelompok tentara untuk membalikkan keadaan mereka yang terkalahkan menjadi menang dari pemerintahan Myanmar. Pasukan awal pasukan kecil yang membelot pemerintah ini jumlahnya hanya beranggotakan 7 orang ini pun akhirnya bertambah menjadi 11 hingga mencapai 500 orang. Mereka percaya ada sebuah kekuatan spiritual yang menyertai mereka, sehingga mereka pun akhirnya menamai pasukan mereka sebagai “Pasukan Tuhan.” Mereka bahkan menetapkan peraturan untuk tidak boleh merokok, berjudi, minum minuman keras, serta bertengkar.
Walaupun persediaan makanan mereka sedikit dan pemerintah berusaha menggoda mereka dengan makanan, tetapi mereka sama sekali tak tergoyahkan. Johny dan Louise yang semakin kurus ini pun tak berhenti menyemangati pasukan tentara boneka mereka ini untuk terus berjuang demi suku mereka dan melawan pemerintahan Myanmar.

Pada Januari 2000, ada 10 orang “Pasukan Tuhan” ini yang melewati perbatasan dan menyandera sebanyak 800 orang di sebuah rumah Thailand. Para polisi Thailand pada saat itu pun langsung bertindak dan langsung menembak mati kesepuluh tentara tersebut.
Karena kejadian ini, “Pasukan Tuhan” ini akhirnya menjadi perhatian dunia. Pemerintahan Thailand dan Myanmar pun akhirnya bersatu untuk melawan “Pasukan Tuhan” ini. Pasukan Tuhan pun mau tak mau akhirnya berpencar kesana-kemari sampai pada akhirnya Johny dan Louise menyerahkan diri di Thailand pada tahun 2001.

Sebenarnya kejadian serupa juga pernah terjadi di sebuah negara kecil di Afrika bernama Sierra Leone. Negara ini mengalami perang saudara yang mengerikan selama sebelas tahun karena kepala suku memelihara sekelompok boneka tentara yang sangat menyeramkan. Perang saudara yang sangat mengerikan ini sudah dimulai dari tahun 1991.
Para pasukan tentara ini diambil dari keluarga miskin dan mereka harus menjalani latihan ekstrim seperti memperk0s4 ibu, kakak dan adik mereka sendiri. Mereka bahkan disuruh untuk membunuh anggota keluarga mereka sendiri dan meminum darah mereka.
Bagi boneka tentara wanita, mereka dapat perlakuan yang lebih sadis lagi. Pada siang hari, mereka harus jadi mesin pembunuh dan malam harinya mereka pun harus jadi alat pemuas hawa nafsu para tentara pria. Kalau sampai wanita ini hamil, dia tetap harus masuk dalam medan peperangan. Paling parahnya lagi, pelipis para tentara ini akan dimasukkan kokain (semacam racun) untuk mengontrol tingkah laku mereka.

Karena pelatihan yang kejam banget seperti ini, para boneka tentara ini pun akhirnya menjadi mesin pembunuh berdarah dingin.

Akhirnya pada tahun 2000, pemerintah pun melarang anak-anak di bawah usia 18 tahun untuk memasuki area pasukan tentara. Tetapi hal itu tetap saja diabaikan oleh pasukan tentara karena perang terjadi di seluruh penjuru negeri dan mereka pun akhirnya membentuk pasukan tentara sebanyak 250 ribu orang!

Baca Juga:

Sungguh menyedihkan melihat para anak-anak terlibat dalam pertemuran dengan memegang senjata. Mereka membunuh orang itu seperti main game sehingga semakin banyak yang dibunuh akan semakin seru permainannya. Mengerikan bukan? Bagaimana menurut Anda? [Misterikisah/Crp]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...