Kisah Nenek Pemakan Rumput Ini Begitu Memilukan Sampai Kemensos Turun Tangan - Misteri Kisah
loading...

Kisah Nenek Pemakan Rumput Ini Begitu Memilukan Sampai Kemensos Turun Tangan

Misterikisah.com ~ Di zaman serba maju ini ternyata masih banyak saja yang masih berkekurangan. Seperti nenek di Dusun Krajan Desa Gambirono, Jember, Jawa Timur ini ia nekat memakan rumput karena tak ada uang untuk membeli beras.

Kisah pilu tentang sang nenek bernama Rokayah diungkap pada media sosial Facebook yang tentunya membuat terkejut publik.

“Astagfirullah tolong dibantu nenek rokayah di Jawa timur di tv indosiar diliput tentang seorang nenek yang tidak mampu..setelah kepergian suaminya hanya mencari kayu bakar..dan kesehariannya hanya makan rumput....,” tulis akun facebook Ratna Sari dikutip Misterikisah.com dari laman Bintang.com (2/2/2017)

“Ya Allah lihat kisah nenek rokayah di jember di fokus siang bikin menyayat hati...dimasa tua sebatang kara kelaperan hingga memakan rumput untk mengobati rasa laparnya..smoga dilimpahkn rizki yg banyak nek aamiin,” balas akun Sri Poernamasari.

Berdasar data yang dihimpun, nenek Rokayah yang sudah menginjak usia 81 tahun ini sudah bertahum-tahun hidup menjanda dan sebatang kara. Ia hanya mengandalkan bantuan tetangga untuk kebutuhan sehari-hari yang peduli.

Tetapi terkadang mereka lupa untuk memberi makanan, sehingga membuat sang nenek kelaparan. Nenek pun malu harus meminta apalagi harus berutang. Dan saat lapar, nenek Rokayah hanya minum air atau sekadar tidur sembari berharap ada tetangga yang memberi makanan.

Namun jika sudah sangat terpaksa. Nenek Rokayah tak ragu untuk memetik rumput dibelakang rumahnya. Rumput itu ditumbuk sedikit lalu dikunyah

Kisah pilu nenek Rokayah tak hanya membuat geger publik. Bahkan penyanyi cantik Ashanty dan suaminya Anang Hermansyah tergerak untuk membantu sang nenek. Kemensos pun dikabarkan akan membantu nenek pemakan rumput tersebut, mulai dari makanan hingga tempat tinggal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa menegaskan siap membantu nenek Rokayah.

“Beliau sudah sebatang kara dan sudah diajak ke Panti Lansia, sudah itu,” kata Khofifah seusai penyerahan bantuan sosial di Rumah Perlindungan Sosial Tresna Wedha, Kabupaten Garut seperti dikutip Liputan6.com (4/3/2017).

Ia menuturkan bahwa pemerintah telah berupaya menanggulangi persoalan kemiskinan, termasuk nenek yang tinggal sendirian seperti Rokayah yang menempati sebuah rumah di Kabupaten Jember tersebut.

Lanjut dia, nenek Rokayah sebetulnya memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diluncurkan Kementerian Sosial untuk menanggulangi warga tidak mampu. Namun, diduga dia juga tak mampu menebus beras khusus untuk warga miskin itu.

“Sebetulnya beliau punya KKS, harusnya beliau punya rastra (beras sejahtera), saya khawatir harga tebus rastra belum bisa dibayar,” katanya.

Ia mengungkapkan, pemerintah telah siap menampung seorang nenek tersebut untuk tinggal di Panti Lansia sehingga kebutuhan hidupnya diperhatikan. Jika tetap ingin tinggal di rumahnya itu, pemerintah juga akan membantunya memperbaiki rumahnya agar nyaman dan layak huni. Namun, bantuan perbaikan dari dana APBN itu, hanya dapat dilakukan apabila pemilik lahan tersebut mengizinkannya.

“Kalau memang nenek tetap di situ, boleh enggak ini (lantainya) di semen, karena salah kita kalau menggunakan APBN di lahan yang bukan miliknya,” jelasnya.

Diharapkan penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat yang mampu secara ekonomi. Kemiskinan dapat diatasi apabila menjalankan konsep satu orang yang mampu membantu satu orang tidak mampu di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga:

“Satu orang membantu satu orang, menoleh ke kanan ke kiri apakah sudah dalam keadaan hidup layak, kalau belum ayo kita bersama-sama,” pungkasnya. [Misterikisah/Btg/L6]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...