Pemuda Nekat Lamar Wanita 67 Tahun Bikin Gempar Netizen, Setelah Pernikahan Ternyata.... - Misteri Kisah
loading...

Pemuda Nekat Lamar Wanita 67 Tahun Bikin Gempar Netizen, Setelah Pernikahan Ternyata....

Misterikisah.com ~ Setelah Oma Martha dan Sofyan, pasangan yang terpaut usia begitunjauh yakni 54 tahun. Kini netizen kembali dibuat heboh dengan sebuah video pernikahan sepasang kekasih di Kabupaten Madiun mendadak menjadi viral. Dalam video tersebut, mempelai wanita bernama Tampi (67) menikah dengan pemuda yang usianya yang terpaut jauh darinya bernama Rokim (24).

Ditemui di rumah kepala dusun setempat, pasangan beda usia ini tampak bahagia. Keduanya juga terlihat malu-malu saat ditanya perihal pernikahan mereka. Rokim mengaku sudah mengenal Tampi sejak sekitar delapan tahun yang lalu. Hingga akhirnya, seminggu yang lalu dia memberanikan diri untuk melamar tambatan hatinya yang lahir di Madiun pada 18 Januari 1950.

“Saya kasihan, bu Tampi hidup sendirian di rumahnya,” kata pria yang tidak tamat tersebut (17/3/2017) .

Pria kelahiran Nganjuk 10 Juni 1993 ini mengaku merasa iba melihat kehidupan Tampi. Awalnya, usai bekerja sebagai buruh serabutan, Rokim selalu menyempatkan waktu untuk main ke rumah Tampi setiap harinya. Berawal dari rasa iba itulah, lama-kelamaan Rokim jatuh cinta dengan Tampi. Apalagi, Tampi begitu perhatian terhadap Rokim.

“Dia orangnya baik,” kata anak nomor tiga dari lima bersaudara ini.

Rokim mengungkapkan Tampi ternyata adalah cinta pertama dan terakhirnya. Rokim mengaku belum pernah berpacaran atau menjalin hubungan asmara dengan wanita selain Tampi.

Uniknya, Meski menikah dengan wanita yang usianya terpaut sangat jauh dengannya, Rokim merasa mantap pada pilihannya dan tidak sedikitpun merasa malu. Menurutnya usia bukanlah penghalang untuk saling mencintai.

Tampi, mengaku ia tak menyangka namun janda yang belum memiliki anak itu merada sangat bahagia bisa mempunyai pendamping hidup kembali. Tampi pernah menikah saat berusia 14 tahun dan bercerai setahun kemudian.

“Saya kaget, waktu ke rumah, dia mengatakan akan melamar saya kepada adik saya,” katanya.

Ia sempat menganggap cerita adiknya kepada dirinya soal rencana Rokim untuk melamarnya hanya sekadar candaan belaka. Sebab, selain usianya sudah sangat tua, dirinya juga sudah berstatus janda. Aneh rasanya ada pemuda tanggung yang mau menikahinya sedangkan banyak gadis muda di luar sana.

Selang beberapa hari kemudian, ternyata benar yang diceritakan adiknya kepadanya Rokim beserta keluarganya mendatangi rumahnya dan melamarnya.
Hingga akhirnya pada Rabu (15/3/2017) keduanya melangsungkan pernikahan secara sederhana dengan memanggil penghulu ke rumahnya di RT 9 RW 2 Dusun Petung, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.

Saat akad nikah pun ada kejadian lucu, Rokim yang belum paham tata cara pernikahan, tidak membawa mahar pernikahan, lazimnya dalam sebuah prosesi pernikahan. Saat penghulu menanyakan mas kawin atau mahar pernikahan, Tampi menyerahkan selembar uang Rp 50 ribu.

"Jadi dilamar pakai uang Rp 50 ribu,” katanya sambil tertawa.

Keduanya kini menjalani hidup serumah di sebuah rumah yang sangat sederhana.
Rumah Tampi sangatlah sederhana, bahkan bisa dikatakan tidak layak. Dinding rumah bagian depan, terbuat dari kayu triplek. Sementara di bagian belakang rumah, dinding terbuat dari potongan kayu papan yang disusun. Bagian belakang rumah difungsikan sebagai dapur yang juga ada kandang kambing di sana.

Seluruh lantai rumah Tampi yang kini ditempati bersama suami barunya, berlantaikan tanah. Tidak ada perabot mewah di dalam rumah Tampi. Hanya ada satu lemari kayu, dan kasur kapuk tipis berukuran sekitar 2 kali 1 meter yang digelar di lantai tanpa dipan atau ranjang. Tak ada peralatan elektronik, seperti tv ataupun kulkas. Bahkan untuk memasak mereka menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu bakar.

“Listrik rumah ini saja masih nyambung dari rumah sebelah. Belum pasang listrik sendiri,” katanya Tampi.

Sehari-hari Rokim bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan Rp 50 ribu hingga Rp 95 ribu. Sementara istrinya yang juga bekerja sebagai buruh dan tukang pijat ini, berpenghasilan Rp 30-40 ribu per hari.

Baca Juga:

Meski keduanya hidup dalam kesederhanaan, namun keduanya tampak bahagia. Mereka tidak memiliki banyak keinginan, selain dapat hidup bersama hingga kematian memisahkan mereka. [Misterikisah/Tn]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...