Bayi Selamat Dari Pembantaian Satu Keluarga: Teman Ayah Datang ke Rumah Malam-Malam - Misteri Kisah
loading...

Bayi Selamat Dari Pembantaian Satu Keluarga: Teman Ayah Datang ke Rumah Malam-Malam

Misterikisah,com ~ Kinara, balita berusia dua tahun yang berhasil selamat dari insiden perampokan yang telah menewaskan seluruh anggota keluarganya. Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah peristiwa perampokan telah terjadi di Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli, Sumatera Utara, pada Sabtu (8/4/2017). Ada 5 orang yang meninggal dalam peristiwa tersebut.

“Lima orang tewas yakni suami, istri, mertua perempuan, dua anak. Sementara, satu anak selamat dan masih dirawat di rumah sakit,” terang Kasi Intel Brimob Polda Sumut Kompol Kristian Sianturi.

Kinara sempat mengungkapkan orang yang terakhir kali berkunjung ke kediaman ayah ibunya pada Sabtu (8/4/2017) malam, adalah teman dekat orangtuanya. Namun, bocah malang tersebut tidak begitu mengingat identitas tamu yang ada.

“Teman ayah ada datang ke rumah malam-malam,” cetusnya kepada keluarga dan perawat Rumah Sakit Mitra Medica, Jalan Yos Sudarso Medan, Sumatera Utara, Minggu (9/4/2017).

Dikutip Misterikisah.com dari Tribun Medan, Rumah Sakit Mitra Medica dilakukan penjagaan begitu ketat. Pada bagian UGD, beberapa petugas kepolisian berpakaian preman berjaga-jaga.

Dua petugas keamanan Rumah Sakit Mitra Medica juga mondar-mandir di depan rumah sakit. Keluarga yang datang menjenguk diharuskan bergantian, satu per satu dan didampingi polisi. Bangsal serta ruang Kinara, berada tepat di depan bagian informasi UGD.

Pada sisi depan sebelah kiri ada satu meja dan kursi, di situ terlihat petugas kepolisian berpakaian preman duduk. Seorang keluarga juga duduk tidak jauh dari polisi. Petugas kepolisian berpakaian preman berseliweran memasuki UGD. Mereka melihat keadaan Kinara sembari berdiskusi.

Bahkan, manajemen RS Mitra Medica juga melarang keluarga mengambil gambar lewat ponsel. Kinara mengalami luka serius pada bagian mata sebelah kiri dan bagian kepala yang bengkak dan memar besar. Tapi, ia dalam kondisi sadar dan bisa diajak berbincang-bincang meskipun selalu merengek kesakitan.

“Memang tidak boleh ambil gambar, dilarang oleh manajemen dan polisi, alasan karena privasi. Tadi saya sudah masuk dan melihat kondisinya. Mata kirinya bengkak sekali besarnya, dan kami tadi juga tanya siapa yang datang, jawab anak itu teman ayah,” ujarnya kepada seorang perawat.

Perawat berbadan gempal itu juga menyampaikan, nilai hemoglobin Kinara turun disebabkan pendarahan di bagian mata kiri. Hingga pukul 16.20 WIB, belum ada pihak yang bertanggung jawab sehingga Kinara masih berada di UGD.

Ia menambahkan, pihak kepolisian berencana merujuk Kinara di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut. Bila tidak jadi dirujuk, tim dokter RS Mitra Medica, akan merawat Kinara di ruang ICU agar mendapatkan perawatan intensif.

“Untuk keamanan pasien, akhirnya petugas kepolisian merujuk Adek Kinara ke RS Bhayangkara. Baru saja. Kalau dilihat dari lukanya bekas benda tumpul,” terang perawat tersebut.

Yani, keluarga yang menunggu di Rumah Sakit Mitra Medica menceritakan, kondisi Kinara cukup parah dan sulit dikenali, karena luka pada bagian mata sebelah kiri.

“Kasihan sekali, cukup tragis. Bengkak pada bagian matanya besar sekali, biru besar, kayak bukan Kinara, sulit dikenali,” bebernya.

Dia mengungkapkan, Kinara sadar dan bisa bicara pelan-pelan, kepada keluarga yang datang. Namun, bocah itu butuh istirahat agar cepat pulih dan tenang.

Peristiwa pembunuhan ini pertama kali diketahui tetangga korban yang bernama Serimpi (40). Saat itu, Serimpi berniat mendatangi rumah Riyanto untuk mengingatkan matikan lampu depan saat hari sudah mulai terang.

“Sekitar pukul 08.30 WIB Nek Serimpi melintas di depan rumah mereka (Riyanto) untuk bilangkan agar lampu teras dimatikan. Apalagi pintu depan terbuka. Namun kaget banyak bercak darah,” ungkap tetangga korban Yanto (54).

Jenazah kelima anggota keluarga tersebut ditemukan pada lokasi yang berbeda-beda.

“Jenazah Riyanto ditemukan di pintu dapur dengan luka pada bagian leher. Sedangkan jenazah Sri Ariyanti, bersama dua anaknya Naya dan Gilang ditemukan di tempat tidur. Mereka juga luka pada bagian leher dan tubuh. Dan ibu mertuanya ditemukan di pintu kamar,” jelas Yanto.

Baca Juga:

Karena kaget, Serimpi lantas berteriak memanggil warga. Warga pun langsung masuk dan menelusuri satu per satu ruangan rumah milik korban.,Hingga akhirnya, warga menemukan Kinara di kolong tempat tidur di kamar utama dalam kondisi kritis dan penuh luka. [Misterikisah/ Tn]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...