Kawan Ular Piton Pemangsa Akbar Muncul, Kali Ini Malah Buru Ternak Warga - Misteri Kisah
loading...

Kawan Ular Piton Pemangsa Akbar Muncul, Kali Ini Malah Buru Ternak Warga

Misterikisah.com ~ Belum surut berita mengerikan petani sawit Akbar Ramli (25) di Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Selasa (28/3/2017) yang tewas dimangsa ular piton.

Kini kabar beredar dari warga setempat ular piton yang memangsa Akbar ternyata tak hanya satu. Paman almarhum Akbar, Adhan Andi Tadjuddin bahkan menyebut jika ular tersebut memiliki 7 bersaudara.

Ia mengatakan baru dua yang dibunuh, termasuk yang menelan Akbar. Jadi masih ada lima ekor lagi.

Salah seorang warga mengungkapkan jika melihat seekor ular piton yang mirip dengan yang menelan Akbar mengintai mangsanya di sekitar perkebunan sawit. Ular itu muncul hanya selang dua hari setelah ditemukannya Akbar di perut piton raksasa. Bahkan ia menyebutkan ular tersebut tengah memburu ayam ternak warga.

“Saya lihat di jalan masuk lokasi Akbar ditelan ular, mau makan ayam cuma tidak berhasil,” kata warga.

Konon daerah tersebut bernama Salubiro memang merupakan sarang piton raksasa.

“Itu piton tujuh bersaudara, ini mi mungkin temannya,” katanya.

Ayah almarhum Akbar, Muhammad Ramli (50), tidak kaget mendengar ular piton memburu mangsa ayam.

Ramli meminta pemerintah turun tangan atas kejadian yang menimpa putra sulungnya itu.

“Kami berharap, ada upaya dari pemerintah atas kejadian ini
 Kalau memang tidak ada bantuan secara materi, setidaknya Pemerintah Daerah ada upaya mengimbau warga membersihkan kebunnya,” ujarnya.

Menurutnya, membiarkan kebun sawi semrawut sama saja memelihara ular buas.

“Apalagi kita tahu, memang dari dulu di sini banyak ular piton,” imbuhnya.

Ramli juga sudah tahu, jika pemberintaan tentang anaknya sudah menjadi perhatian media nasional bahkan asing. Tetapi, dia menyayangkan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, seolah tutup mulut.

“Pemerintah di sini kayak jalan sendiri-sendiri, buktinya ini kejadian sudah diberitakan di mana-mana, tapi belum satu pun yang datang melihat lokasi kejadian ini,” katanya.

Senada Ramli, tetangganya bernama Abidin, juga menilai pemerintah tak bersimpati.

“Jangankan datang di sini, ungkapan belasungkawa pun tidak ada,” kata petani sawit tersebut.

Bangkai ular piton raksasa yang memangsa dan menelan Akbar akhirnya dikubur, Kamis (30/3/2017). Sebelum dikubur, warga sempat menjemur ular itu karena awalnya mau dijual. Menurut Rahmat, tetangga korban, awalnya kulit ular tersebut hendak dijual warga karena harganya cukup mahal.

“Mulanya hendak dijual warga setelah diukur ulang panjangnya,” ujar Rahmat, yang juga keluarga korban.

Tapi, warga khawatir bisa memicu kemarahan kawanan piton lain yang menyaksikan ular tersebut diperlakukan tidak baik.

“Makanya kita tanam baik-baik,” imbuhnya.

Baca Juga:

Bangkai ular piton raksasa dipastikan ukurannya mencapai 10 meter setelah diukur warga. akhirnya ditanam di sebuah kawasan perkebunan sawit tidak jauh dari lokasi Akbar ditemukan tewas ditelan ular. Warga menemukan korban masih lengkap dengan pakaiannya setelah menangkap dan membedah ular tersebut. [Misterikisah/Tn]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...