Tato Pria Ini Malah Bikin Kulitnya Rusak, Foto-Fotonya Bikin Ngeri! - Misteri Kisah
loading...

Tato Pria Ini Malah Bikin Kulitnya Rusak, Foto-Fotonya Bikin Ngeri!

Misterikisah.com ~ Zaman sekarang punya tato di badan bukan lagi hal yang tabu lagi dan bukan berkonotasi kriminal dan mengarah pada seni. Bahkan, seni merajah kulit ini dianggap sebagai aksesori untuk mewakili jati diri. Walaupun begitu, jika Anda berniat memiliki tato di anggota tubuh sebaiknya ketahui dulu apa saja dampaknya bagi kesehatan.




Jangan sampai kejadian seperti ini terjadi pada Anda. Beredar sejumlah foto yang memperlihatkan kulit seorang pria mengalami infeksi diduga usai memasang tato di tubuhnya. Dalam foto tersebut, lengan tangan pria tersebut penuh dengan benjolan berwarna merah darah. Infeksi ini ia dapatkan usai merajah tubuh dengan tato
Sejumlah netizen yang melihat pemandangan dalam foto tersebut mengaku merinding. Namun, akun  沙巴人情味 yang menyebarkan foto tersebut menghimbau siapa saja untuk tidak sembarangan membuat tato. Infeksi luka setelah menjalani prosedur tato
Jika tidak maka Anda akan menemui lima yang berdampak bagi kesehatan kulit bberikut ini:

1. Infeksi
Salah satu risiko membuat tato adalah menyebabkan infeksi. Infeksi bisa berasal dari tinta yang telah terkontaminasi dengan bakteri yang disebut Mycobacterium chelonae. Infeksi bakteri tersebut bisa menyebabkan ruam dan terasa perih selama berbulan-bulan
Meskipun infeksi bakteri paling umum, menurut Leger bisa juga infeksi karena jamur dan virus. Infeksi ini bisa berkembang menjadi tumbuhnya kutil. Jika setelah memasang tato kulit merah, nyeri, hingga bengkak, segeralah pergi ke dokter kulit.

2. Alergi
Membuat tato di tubuh juga bisa berkembang menjadi alergi. Pada pemasangan tato pertama biasanya tidak muncul reaksi alergi, tetapi pada tato kedua atau ketiga kalinya. Alergi bisa berupa kemerahan pada kulit kemudian menjadi gatal-gatal. Parahnya lagi alergi ini sulit diobati. Menyuntikkan steroid mungkin bisa membantu menghilangkan alergi. Tapi, pada alergi yang cukup parah, daerah tato pada kulit tersebut harus dibuang.

3. Menyembunyikan gejala penyakit
Menutup kulit dengan tato dapat menutupi tanda kesehatan yang muncul di bagian kulit, seperti kanker melanoma.
Tahun 2013, terdapat kasus seorang pria yang diketahui menderita kanker  kulit melanoma setelah tatonya dihapus dengan laser. Adanya tato membuat dokter sulit melakukan deteksi dini adanya kanker. Akibatnya, kanker tersebut terlambat ditangani.

4. Efek terpapar sinar matahari
Kulit harus dilindungi dari paparan sinar matahari yang berlebihan dan bisa menyebabkan gatal-gatal. Dalam sebuah studi yang pernah dilakukan di Denmark tahun 2014, para peneliti mendapati sekitar 42 persen orang bertato melaporkan efek samping dari memakai tato. Mereka mengeluh bagian kulit yang ditato mengalami gatal, merah, dan bengkak setelah terpapar sinar matahari. Hal ini dipengaruhi oleh tinta kuning pada tato karena mengandung kadmium. Namun, bisa juga karena warna lain.

5. Luka bakar
Orang yang memasang tato di tubuhnya juga bisa mengalami luka bakar ketika menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Pada tahun 2011, seorang pemain sepak bola pernah mengalami luka bakar ketika melakukan pemeriksaan MRI. Luka bakar terjadi pada tinta tato yang bewarna hitam.
Sebab, tinta hitam pada tato mengandung besi sebagaimana tinta merah yang mengandung bahan yang sama.

Baca Juga:

Masih ingin memiliki tato? [Misterikisah/Tn]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...