Pria Ini Tahu Sang Ibu Dilecehkan Calon Istrinya, Lalu Ia Ambil Keputusan Yang Bikin Shock Sang Pacar - Misteri Kisah
loading...

Pria Ini Tahu Sang Ibu Dilecehkan Calon Istrinya, Lalu Ia Ambil Keputusan Yang Bikin Shock Sang Pacar

Misterikisah.com ~ Yang adalah seorang wanita tua yang dikenal sebagai pemungut botol-botol plastik di tempatnya tinggal. Ia selalu merasakan hidup bahagia dan berkecukupan dengan hanya menjadi pemungut botol.

Sampai suatu hari sejak suaminya meninggal karena kecelakaan. Beliau tetap berusaha sekuat tenaga untuk membiayai putranya sekolah. Saat ini anaknya sudah dewasa dan lulus kuliah. Ia juga sudah bekerja di sebuah perusahaan besar. Tidak tega melihat ibunda hidup sendirian, putranya, Jay, meminta Yang untuk tinggal dengannya.

Tapi kehidupan di kota ternyata tidak seperti Yang bayangkan. Beliau jarang bertemu dengan orang lain, tidak punya teman waktu anaknya bekerja. Karena itu saat ia merasa bosan yang melanjutkan kembali pekerjaannya yakni memungut botol plastik saat dia berjalan-jalan di dekat rumahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Yang bisa punya kesempatan mengobrol dengan orang lain. Ia juga memutuskan untuk membantu para pemulung di sana  Tentu saja uang yang ada tidak akan dipakai untuk dirinya sendiri, tapi untuk membantu mereka.

Waktu Jay pulang dan melihat botol plastik yang begitu banyak, dia berkata pada ibunya.

 “Bu, kenapa pungut botol plastik lagj? Apakah uang dari hasil keringatku tak cukup? Jika iya bilang saja padaku," kata Jay kepada ibunya.

“Nggak nak. Mama bosan kalau di rumah sendirian. Kalo kamu kerja, mama nggak ada teman ngobrol. Mama bantu mereka, yah hitung-hitung bantu orang lain sedikit, sekalian cari teman ngobrol," jelas Yang.

“Yasudah bu, tapi ibu harus hati-hati ya…," kata Jay mengangguk.

Suatu hari, seperti biasa, Jay pergi bekerja dan Yang menemani teman-temannya memungut botol. Yang melihat ada sebuah botol yang tergeletak di jalan, dia pun pergi untuk mengambilnya. Tapi tak disangka saat itu ada seorang wanita muda yang lewat dan Yang tidak sengaja menabraknya. Wanita cantik itu sontak merasa marah.

"Pakai mata kalau jalan. Apa Anda melamun?," kata si wanita cantik dengan nada marah.

Yang pun langsung minta maaf karena sedang terburu-buru.

“Non, maaf non. Saya nggak perhatikan. Saya hanya mau ambil botol itu non," tunjuk Yang.

Mendengar jawabannya, wanita muda utu langsung marah besar dan menendang botol yang ada di dekatnya.

“Lihat nih! Sekarang celanaku jadi kotor! Anda itu cuma pemungut botol plastik pasti nggak bisa ganti rugi!” cibir wanita cantik itu.

“Non, maaf non. Saya cuciin non…," kata Yang.

“Tidak usah! Jangan-jangan nanti malah tambah kotor! Mending kubuang saja celana ini. Ibunya begini, entah anaknya seperti apa," cecar si wanita.

Mendengar perkataan kasar si wanita muda, Yang memberanikan dirinya.

"Non, jangan ngomong begitu. Anak saya itu baik. Dia sayang saya. Dia minta saya untuk tidaj pungut botol, tapi saya yang mau. Dia sudah melarang, tapi saya yang paksain diri," jelas Yang.

Perdebatan agak panjang itu mengundang perhatian banyak orang dan akhirnya berakhir setelah dilerai. Wanita itu kemudian pulang dengan perasaan marah.

Tapi kejadian itu tidak diberitahukan kepada Jay. Yang takut kalau Jay tahu dia tidak lagi mengizinkannya memungut botol. Waktu Jay pulang dan mereka makan malam bersama.

"Bu, akhir minggu ini aku mau undang teman makan di rumah ya," kata Jay.

"Anak ibu sudah besar, pasti cewek kan?," goda Yang yang membuat perbincangan semakin hangat.

Hari yang dinantikan kemudian tiba. Yang sengaja tidak pergi memungut botol. Seharian beliau menggunakan waktunya untuk memasak makanan yang sedikit lebih untuk dia, anaknya, dan tamunya.

Akhirnya pulanglah Jay dengan seorang wanita yang mengikuti di belakangnya. Melihat wanita ini, Yang tersenyum. Dia menyapa wanita yang kemudian membalas sapaannya. Wajah wanita ini tampak terkejut.

“Kalian saling kenal?” tanya Jay sedikit bingung.

Mereka tidak menjawab dan Yang langsung mengundang mereka untuk makan malam. Sepulangnya wanita ini, Jay bertanya lebih ibunya. Yang tidak punya pilihan lain untuk menceritakan apa yang terjadi.

Keesokan harinya, Jay pergi ke kantor dengan satu kepastian. Wanita yang makan bersamanya kemarin itu kemudian menghampirinya.

“Aku mau bicara sesuatu," kata pacarnya.

Belum selesai wanita itu bicara, Jay memotongnya.

“Tidak perlu, aku sudah tahu semuanya. Kita putus dan tak ada lagi yang bisa kita bicarakan," keputusan Jay membuat pacarnya panik.

“Kenapa? Kan ibumh yang salah duluan!," kata wanita itu membela diri

“Memang ibuku yang salah nabrak kamu duluan, tapi dia sudah minta maaf. Dia bahkan menawarkan untuk mencuci celanamu. Maaf, kamu boleh hina aku, tapi jangan hina ibuku. Dia seorang diri membesarkan aku dari kecil sehingga aku bisa sampai sekarang ini. Aku tak bisa menikahi wanita yang tidak bisa menghargai mamaku sama sekali," kata Jay.

“Tapi ibumu sekarang sudah tak apa-apa kan? Kenapa kamu harus buru-buru minta putus begitu? Lagian kalau kita menikah, kantor ini nantinya jadi punyamu!," rayu si wanita.

“Uang bisa dicari. Jika aku berusaha lebih rajin, aku juga bisa punya perusahaan sendiri. Tapi ibuku, kalau aku kehilangan dia dan mengambil keputusan yang sampai menderita, 1000 gunung yang kubeli pun tak akan cukup untuk membalas penyesalan yang ada!," kata Jay sambil berlalu pergi meninggalkan pacarnya yang menangis

Baca Juga:

Ya, berbakti kepada orang tua tak perlu menunggu kaya. Sayangilah mereka sepenuh hati dari sekarang sebab cinta anak kepada orang tua belum seujung kuku dari perjuangan mereka membesarkan dan mendidik kita. [Misterikisah/ Th]

Loading...
Suka Artikel Ini?
Loading...